Saturday, October 1, 2016

Benarkah Misteri Adam dan Hawa Pernah Singgah dan Menetap di Indonesia?

.



.
Handphone Diskon - Kejutan Tiap Senin Rabu Daily Dealselevenia TangkapRecommendedShocking Deals Toko Handphone Online - Beli Gadget Terbaru Pre Order Galaxy Note 5CIMB Niaga Great OffersPolytron Zap 5 Smartphone Sale 50 Promo Smartphone Menarik Bukalapak. Ayo cari dan beli sekarang HandPhone | Daftar Harga Promo, Diskon, Event dan ... ERAFONE Clearance Sale Cuci Gudang Ponsel Diskon hingga 80% di Mega Hypermall ... Katalog Farmers Market Terbaru diskon hp asus diskon hp samsung diskon hp samsung 2015 diskon hp di lazada diskon hp prj promo diskon hp diskon hp sony Daftar Harga Diskon, Promo, Promosi ... HandPhone ..... New : Katalog Lotte Mart Wholesale Terbaru . Katalog Transmart Carrefour Terbaru Katalog Carrefour Terbaru 19 ... - Katalog Hypermart Terbaru - Katalog Lotte Mart ... Samsung | Daftar Harga Promo, Diskon, Event dan Katalog ... HandPhone, Samsung ... Katalog Lotte Mart Wholesale Terbaru ... Katalog IKEA Indonesia terbaru edisi September - Juni 2016. Website Berita Diskon, Promo, Bazaar, Sale, Promosi, dan Ini, Smartphone Canggih nan Elegan Terbaru Samsung yang Harus Dimiliki. ... LG, Sony, Apple, Hp dan Lainnya Sale di Comtechfest. Ini Listnya! Promo Gadget Samsung Di Bulan Ramadhan 2016 ...

Memang jadi mengkeruta rasanya baca info di atas, apa benar? Percaya kah kamu jika Adam dan Hawa dulunya pernah singgah dan menetap di Indonesia. Mungkin sebagian merasa tidak percaya karena tidak ada buktinya. Tapi beberapa eberapa fakta Ilmiah merujuk pada kesimpulan bahwa memang benar Adam-Hawa pernah menetap di indonesia.
seorang ahli geolog berusaha menjelaskan bahwa Adam dan Hawa ternyata lama bermukim di sunda.


Oppenheimer, Dokter ahli genetic yang banyak mempelajari sejarah peradaban. Ia berpendapat bahwa Paparan Sunda (Sundaland) adalah merupakan cikal bakal peradaban kuno atau dalam bahasa agama sebagai Taman Eden.

Istilah ini diserap dari kata dalam bahasa Ibrani Gan Eden. Dalam bahasa Indonesia disebut Firdaus yang diserap dari kata Persia “Pairidaeza” yang arti sebenarnya adalah Taman. Menurut Oppenheimer, munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para migran dari Asia Tenggara. Landasan argumennya adalah etnografi, arkeologi, osenografi, mitologi, analisa DNA, dan linguistik.

Ia mengemukakan bahwa di wilayah Sundaland sudah ada peradaban yang menjadi leluhur peradaban Timur Tengah 6.000 tahun silam. Suatu ketika datang banjir besar yang menyebabkan penduduk Sundaland berimigrasi ke barat yaitu ke Asia, Jepang, serta Pasifik. Mereka adalah leluhur Austronesia.

baca juga : Jabal Rahmah, Lokasi Bertemunya Adam dan Hawa


Rekonstruksi Oppenheimer diawali dari saat berakhirnya puncak Jaman Es (Last Glacial Maximum) sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ketika itu, muka air laut masih sekitar 150 m di bawah muka air laut sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat masih bergabung dengan benua Asia menjadi dataran luas yang dikenal sebagai Sundaland.

Namun, ketika bumi memanas, timbunan es yang ada di kutub meleleh dan mengakibatkan banjir besar yang melanda dataran rendah di berbagai penjuru dunia.

Data geologi dan oseanografi mencatat setidaknya ada tiga banjir besar yang terjadi yaitu pada sekitar 14.000, 11.000, dan 8,000 tahun yang lalu. Banjir besar yang terakhir bahkan menaikkan muka air laut hingga 5-10 meter lebih tinggi dari yang sekarang.

Wilayah yang paling parah dilanda banjir adalah Paparan Sunda dan pantai Cina Selatan. Sundaland malah menjadi pulau-pulau yang terpisah, antara lain Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera. Padahal, waktu itu kawasan ini sudah cukup padat dihuni manusia prasejarah yang berpenghidupan sebagai petani dan nelayan.

Bagi Oppenheimer, kisah˜Banjir Nuh atau ˜Benua Atlantis yang hilang tidak lain adalah rekaman budaya yang mengabadikan fenomena alam dahsyat ini.

Di kawasan Asia Tenggara, kisah atau legenda seperti ini juga masih tersebar luas di antara masyarakat tradisional, namun belum ada yang meneliti keterkaitan legenda dengan fenomena Taman Eden.

Kontroversi dari Oppenheimer seolah dikuatkan oleh pendapat Aryso Santos. Profesor asal Brazil ini menegaskan bahwa Atlantis yang hilang sebagaimana cerita Plato itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia.

Menurut Al-Imam At-Thabari dalam Tarikhnya (jilid 1 hlm 121-126), bahwa Mujahid meriwayatkan keterangan AbduLLAAH bin Abbas bin Abdul Mutthalib yang mengatakan : Adam diturunkan dari surga ke bumi di negeri India, India yang dimaksud ini adalah Nusantara sebagaiman akan dijelaskan selanjutnya nanti , sebuah buku bertitel Atlantis: The Last Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization yang ditulis oleh Prof. Arysio Santos. Terbitan Atlantis Publications (Agustus, 2005). Dalam bukunya Prof.

Arysio memaparkan hasil penelitiannya selama 30 tahun, yang menyimpulkan bahwa Benua Atlantis yang Hilang, sebagaimana Plato katakan, ternyata adalah Indonesia, 11.600 tahun yang lalu, sebelum sebagian besarnya tenggelam, karena bencana Letusan Gunung Karakatau, Toba, Semeru, dll. serta gempa, tsunami raksana dan naiknya air laut sampai 150 meter, akibat mencairnya selubung es di wilayah utara dan selatan Bumi. Dan ternyata Peradaban Atlantis di Indonesia itu adalah Peradaban pertama insan, tempat tinggal pertama Nabi Adam dan Hawa di Nusantara, tempat para leluhur nenek moyang peradaban-peradaban besar lainnya di dunia seperti Mesir, India, Persia/Mesopotamia/ Babylonia, dan Yunani, bahkan Maya & Aztec di Amerika. [forum.suara.com]

Benarkah Misteri Adam dan Hawa Pernah Singgah dan Menetap di Indonesia? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arlia Putriana